Showing posts with label Metafisika. Show all posts
Showing posts with label Metafisika. Show all posts

Thursday, 11 April 2013

Misteri Surat Yaasin secara Sains

CatatanKuliah--Sesungguhnya manusia dilahirkan dengan fitrah keinginan untuk beribadat, tetapi karena berbagai jalan penyimpangan tumbuhlah kepercayaan yang melahirkan suatu peribadatan tersendiri. Begitulah salah satu ciri agama Thabi’I (kultur atau budaya).

Salah satu dari peninggalan agama Thabi’I ialah bagaimana mereka mengurus saudara-saudara mereka dalam kematian. Pada orang kaya, ke dalam mulutnya langsung diberi mutiara agar pandai menjawab di akhirat. Mayat dimandikan kemudian didandani pakaian bekas pakaian lengkap. Ditujuh hari kematian, peti tetap ada di tengah ruangan, sajian besar disediakan untuk keberangkatan roh menuju tempat tinggalnya yang baru diakhirat. Mengarak peti ke kuburan atau ke dalam gua penyimpanan mayat dilakukan pada hari ke-7, ke-9 atau ke-15. Ketika peti diangkat, saudara dan anak-anaknya harus segera masuk  bawah peti.

Menurut kepercayaan ajaran Yang, roh itu pergi sementara ke akhirat. Setelah itu ia kembali ke bumi, di rumah ia makan segala dari makanan dan minuman yang disediakan untuknya dalam pesta empat puluh hari kematian. Dengan demikian, agama thabii lahir karena dorongan manusia itu sendiri, akan tetapi karena otaknya belum mampu untuk memecahkan persoalan aneh yang merangsang alam pikirannya, timbullah perwujudan angan-angan / khayalan yang berupa mitos yang pada akhirnya melahirkan ritual-ritual budaya tertentu.

Di Cina, Korea dan Jepang, bagi pemeluk agama Budha, upacara kematian dan pesta arwah disesuaikan dengan ajaran Budha. Setelah Islam berkembang ke Asia Tenggara dan sekitarnya, upacara kematian dan pesta arwah tetap dilakukan, tetapi disadur dengan warna islam. Isi bacaannya digantikan tahlil, sholawat dan surat-surat pendek dari Al-Qur’an, Pahala bacaannya di hadiahkan kepada yang meninggal, acara ditutup dengan makan minum dan sebagian dibekalkan. (Sumber: bukuParasit Aqidah)

Dikalangan Islam biasanya surat Yasin seringkali dikaitkan dengan kematian. Ketika sakaratul maut, ritual setelah kematian seringkali dibaca berulang-ulang atau menjadi bacaan khusus setiap malam Jum’at. Jarang sekali dikaji lebih jauh mengenai kandungan surat yasin tersebut. Sehingga surat yasin selama ini sebatas hanya dalam rutinitas dalam kehidupan sehari-hari.  Padahal surat Yasin tidak hanya mengandung tentang kehidupan setelah mati, tetapi lebih jauh lagi merupakan tuntunan bagi orang yang masih hidup, bahkan di dalamnya terkandung sinyal-sinyal ilmu sains yang dapat di kaji dan diteliti oleh para ilmuwan.

Kalau kita kaji Surat Yasin membawa banyak inspirasi bagi perkembangan Sains klasik maupun sains modern. Beberapa ayat yang dapat kita petik mengenai hubungan antara keduanya dan dikelompokkan ke dalam beberapa konsep fisika berikut:

1. Gelombang Suara

Ayat ke- 29 : “.Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati.” Ayat ke- 49. Mereka hanya menunggu satu teriakan, yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar?”

Suara, merupakan salah satu contoh gelombang yang memindahkan energi dalam perambatannya. Energi suara yang sangat dahsyat inilah (sangkakala) yang pertama inilah yang dapat menghancurkan bumi ini. Penelitian dan eksperimen   telah dilakukan untuk menguji gelombang suara dan manfaatnya dalam kehidupan. Konon Amerika memiliki senjata suara  SONIC yang dulu di pakai dalam perang vietnam.

Selama ini, yang kita tahu laser dimanfaatkan untuk  pencahayaan dan persenjataan. Selain itu, ternyata laser juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan suara.
Para peneliti menamakan teknologi laser suara itu dengan “Saser”. Saser  bisa memperoduksi berbagai gelombang suara yang bisa dimanfaatkan untuk pengoperasian komputer bahkan mendeteksi ada atau tidaknya senjata berbahaya.  ”Setelah 50 tahun penemuan laser, kami ingin mengembangkannya menjadi  sebuah teknologi yang potensial,” kata Profesor Anthony Kent dari Universitas Nottingham, Inggris.
Saser menggunakan gelombang suara dari getaran yang disebut phonon. Saat  distimulasi dengan sumber listrik, phonon akan mengeluarkan suara berkekuatan tinggi.

Saser adalah alat pertama di dunia yang bisa mengeluarkan suara dengan frekuensi terahertz dan gelombang suaranya bisa mencapai miliaran meter.

Saser ini merupakan perkembangan dari teknologi laser yang ditemukan  pertama kali secara teori oleh ilmuwan, Albert Einstein pada 1917. Akan tetapi teori tersebut baru direalisasikan pada tahun 1960. Dalam  perkembangannya, laser tidak hanya digunakan untuk pencahayaan tetapi juga untuk bidang kedokteran hingga industri.

Dalam bidang medis, Gelombang suara biasanya digunakan untuk mendapatkan gambar obyek yang tersembunyi, seperti ketika dokter perlu melihat bayi dalam kandungan. Tetapi, yang digunakan untuk sonogram adalah gelombang suara yang lemah dan gambarnya kabur. Kini para ilmuwan sedang mengembangkan alat untuk membuat gelombang suara menjadi lebih kuat, dan diharapkan suatu hari nanti bisa digunakan untuk menghancurkan tumor.

Menurut peneliti Alessandro Spadoni, gelombang suara bisa difokuskan melalui semacam lensa, sehingga gelombang-gelombang suara itu bisa digabungkan menjadi  sebuah pulsa yang kuat.

Contohnya, gelombang-gelombang suara yang diarahkan ini bisa digunakan untuk menciptakan panas. Para peneliti sedang berusaha memanfaatkan panas ini, sebagai cara yang tidak langsung untuk membunuh jaringan kanker. Terapi ini disebut ‘hyperthermia’. Tetapi Spadoni mengatakan, alat terapi hyperthermia yang ada saat ini tidak bisa diarahkan dengan tepat.

“Mereka tidak hanya memanaskan jaringan yang sakit, tetapi juga jaringan yang sehat disekitarnya. Ini merupakan efek sampingnya. Kami bisa memfokuskan gelombang suara dengan lebih baik, sehingga bisa mengurangi pancaran energi yang tidak diperlukan di jaringan yang sehat. Ini mungkin yang bisa kita berikan untuk memperbaiki teknik hyperthermia,” jelas Spadoni.

Tetapi menurut Spadoni, menghancurkan tumor hanya salah satu kemungkinan penggunaan teknologi baru ini. Ia menambahkan bahwa langkah berikutnya adalah menguji alat ini untuk mengetahui kelemahan-kelemahannya dan juga bekerja sama dengan ahli kesehatan untuk mengujinya dalam bidang kesehatan

2. Astronomi dan Transportasi

Ayat ke 37-40. “ dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam;kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan. Dan meatahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia  seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan san malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.

Penemuan terhadap peredaran bumi diporosnya dan perputaran bumi mengelilingi atahari dianggap sebagai penemuan paling menakjubkan di dalam ilmu astronomi. Akan tetapi, Al-Qur’an telah mendahului penemuan dari ilmu ini sejak ribuan tahun sebelumnya. Ilmu pengetahuan modern tidak mampu memecahkan apa yang terkandung di dalam Al-Qur’an mengenai peredaran matahari,  kecuali pada masa-masa terakhir.

Ayat-ayat Al-Qur’an di atas telah mengumpulkan informasi-informasi yang dianggap sebagai bantuan utama terhadap ilmu pengetahuan dan bagi para ilmuwan. Ayat tersebut mengatakan bahwa sesungguhnya sistem tata surya dan benda-benda yang berada di sekitarnya bergerak di orbitnya masing-masing. Sementara matahari beredar dari jarak yang jauh dari benda-benda langit itu. jadi matahari tidak akan mengjar bulan karena ia berputar pada tempat yang telah ditetapkan baginya.

ilmuwan yang pertama kali mengatakan peredaran bumi pada porosnya adalah Copernicus pada tahun 1543, atau 1000 tahun setelah Al-Quran. Ia juga menegaskan bahwa pergerakan matahari yang tampak oleh manusia, pada hakekatnya adalah pengaruh dari perputaran bumi terhadap matahari. Gagasannya mendapat tantangan dari para pendeta yang saat itu menggap bumi sebagai pusat tata surya. Namun akhirnya mereka sampai pada kesimpulan yang telah ditetapkan Al-Qur’an sebelumnya.

Transportasi

Ayat 41: dan suatu tanda ( kebesaran Allah) bagi mereka adalah Kami angkut  mereka dalam kapal yang penuh muatan. Dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai.

Ayat ini mengisaratkan tentang adanya sarana transportasi dalam kehidupan manusia. Kapal salah satunya, merupakan kajian fisika fluida. Allah mengajarkan bahwa benda yang massanya jauh lebih besar dari sebatang jarum dapat mengambang di air. Konsep ini ditemukan secara tidak sengaja (serendipity) oleh Archimedes. Sampai pada akhirnya  diperoleh kesimpulan bahwa benda akan mengapung di permukaan air hanya dicapai ketika kerapatan benda tersebut (massa jenis) kurang  dari massa jenis fluidanya. Dengan demikian, sesungguhnya kapal yang begitu besar dan berat, kerapatannya masih kurang dari kerapatan air laut. Dan raungan- ruangan yang kosong inilah digunakan sebagai sarana angkutan juga sistem pengendalian kapal.

3. Detektor Sidik Jari

Ayat berikutnya yang menyangkut ilmu sains yang terdapat surat Yaasin, dapat kita lihat pada ayat ke-65. “Pada hari ini Kami tutup mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan”.

Di antara ni’mat Allah yang besar kepada manusia adalah diberikannya tangan dan kaki yang sangat besar manfaat kegunaan nya. Di ujung tangan itu ada jari jemari yang memiliki banyak sekali fungsi dan kegunaan. Jari-jemari tangan kita kiri kanan masing-masing terdiri dari 5 sehingga semuanya ada 10 dan masing-masing memiliki 4 ruas (kecuali jempol = 3 ruas) sehingga jumlah keseluruhannya 38 ruas.

Tahukah anda, jumlah jari jemari anda mengandung keajaiban angka 19 ?
(catatan: dengan mengabaikan ruas-ruas tulang pergelangan). Silakan anda hitung sendiri maka akan anda dapati sbb:

jari  kelingking: ada empat ruas

Jarimanis:  ada empat ruas

jari tengah: ada empat ruas

jari telunjuk: ada empat ruas

jarijempol (ibujari): ada tiga ruas

( 4 + 4 + 4 + 4 + 3 ) Total jumlah = 19 ruas

Kendati banyak sekali fungsi dan perannya, jari jemari tidak menentukan segalanya dalam aktifitas hidup manusia. Sebab pengendali utama hidup manusia adalah hatinya. Jika hatinya sehat manusia menjadi baik. Jika harinya berpenyakit maka perbuatannya pun akan buruk. Jari jemari melakukan tugas yang diperintahkan otak manusia. Otak ini dikendalikan hati yang terdapat di dalam dada. Sebab itu, jari jemari itu akan menjadi saksi atas apa yang diperbuat pemiliknya. Al Qur-an menyatakan tentang kondisi hari kiamat dimana jari jemari manusia yang telah hancur bercampur tanah akan dikembalikan,

4. Bukan demikian, sebenarnya Kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. (QS. 75. AlQiyamah:4)

Inilah penggambaran yang sempurna tentang kehidupan sesudah mati. Allah akan menyusun kembali tulang belulang manusia yang berserakan. Bahkan setiap ruas jari-jemari akan kembali utuh sebagaimana semula.. Si empunya jari jemari itu pun dituntut pertanggungjawaban terhadap apa yang telah diperbuat nya

KEAJAIBAN SIDIK JARI

Ilmu pengetahuan modern menyingkap banyak hal yang membuat keimanan semakin bertambah. Ayat-ayat Allah di dalam Al Qur-an menjadi benar-benar jelas tergambar dan terbukti kebenarannya manakala kita melihat bukti-bukti nyata dalam alam semesta dan kemajuan ilmu pengetahuan. Dalam kasus pembunuhan misalnya, Polisi dapat mengidentifikasi kejahatan berdasarkan sidik jari yang ditinggalkan oleh pelaku di tubuh korban. Hal ini disebabkan struktur sidik jari setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Bila kelak penjahat itu telah ditemukan maka untuk membuktikan kejahatannya sidik jarinya akan dicocokkan dengan sidik jari yang ada dalam tubuh korban.. Maka si penjahat tidak dapat memungkiri perbuatannya di hadapan polisi.

Karena itu pula seorang yang mau menggunakan ATM (Anjungan tunai Mandiri) di masa depan mungkin tidak perlu lagi menggunakan kode-kode PIN yang perlu dia ingat. Cukup dengan menaruh telapak tangan di atas mesin yang dapat mengidentifikasi dirinya. Jumlah uang yang diinginkan pun tidak perlu ditekan-tekan lagi tetapi cukup dengan diucapkan dan komputer akan menerjemahkannya dalam bahasa angka. Berapa jumlah uang yang Anda minta akan diberikan dan uang di rekening Anda akan dipotong dengan sendirinya.

Pintu rumah di zaman yang akan datang tidak perlu lagi dikunci dengan alat kunci tradisional tetapi bisa dibuka oleh alat sensor yang hanya mengenal jari-jari orang tertentu saja… Demikian juga stir mobil akan mengenal hanya pengemudi tertentu saja karena ada sensor yang mengenal jari pemiliknya.

Keistimewaan pada jari jemari manusia menunjukkan kebenaran firman Allah yang menyatakan bahwa segala sesuatu ada bekasnya. Allah tidak akan menyia-nyiakan bekas-bekas ini untuk dituntut di yaumil akhir nanti.

12. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).
(QS. 36. Yaasin:12)

masih ada beberapa ayat yang berhubungan dengan bidang lain diantaranya dalam sistem perdagangan. Apa yang terkandung dalam surat Yaasin sudah semestinya menjadi pelajaran dalam kehidupan dan tentunya orang yang masih hidup lebih memerlukannya dari yang mati. Waallahu A’lam

Hantu dan Jin Pandangan Secara Sains

Catatankuliah--Hantu atau makhluk halus memang bukan hal asing di Indonesia, namun bagaimana sosok hantu ini berdasarkan pandangan sains/ilmu pengetahuan?
Ketika kebanyakan orang diganggu perasaan takut dan seram ketika membicarakan perihal maklus halus ini, banyak diantara kita tidak menyadari bahwa kajian sains dan teknologi menemukan beberapa sifat dan ciri kelemahan jin dan hantu.
Berbeda dengan ahli agama, penyelidik/ilmuwan mencoba memecahkan teka-teki makluk halus itu dengan mencari penjelasan saintifik dengan mengkaji unsur kewujudan hantu dan jin dari sudut pandang sains. Hasil kajian selama puluhan tahun ini memang tidak diduga oleh kebanyakan kita..!!
Siapa menyangka.. film Drakula yang ada adegan terbakar apabila terkena sinar matahari, dan film Ghostbuster yang ada adegan penangkapan dan penembakan hantu menggunakan peralatan elektronik.. ..ternyata semuanya itu berdasar.
Malah, beberapa kepercayaan yang dianggap khurafat dalam masyarakat kita seperti meletakkan gunting besi disamping mayat atau menggantung cermin didepan pintu sebenarnya bisa dibuktikan secara sains untuk menghindari gangguan hantu atau jin.
Penyelidik yang juga Dekan Fakultas Sains Warna Universal, Universitas Perobatan Antarbangsa Sri Langka; Prof Dr Sir Norhisham Wahab, mengatakan bahwa hantu dan jin tidak memiliki unsur jasad menyebakan mereka tidak dapat dilihat, tetapi kewujudan mereka dapat dibuktikan dengan ilmu sains fisika quantum dan bisa dideteksi dengan teknologi gelombang.
“Hantu dan jin wujud secara tidak nyata karena tidak terikat kepada jisim, gravitasi bumi serta bebas daripada ikatan karbon, molekul dan atom. Berbeda dengan manusia yang terbentuk daripada partikel atom atau unsur yang menyusun semua benda.
“Hantu dan jin bagaimanapun termasuk dalam ghaib nisbi dan bisa diukur dengan menggunakan gelombang bunyi dan gema,” kata Prof Dr Sir Norhisham Wahab yang mendalami kajian dalam bidang ini selama sembilan tahun.
Apabila kajian sudah memahami bagaimana unsur hantu dan jin dari sudut fisik, usaha terpenting yaitu membantu manusia menghindari gangguan jin dan hantu dapat dilakukan pembuatan penawar dan pemulihan menggunakan teknologi.
Dr Norhisham berkata, jin dan hantu terdiri daripada unsur gelombang, mereka dapat menguasai ruang dan waktu didalam tubuh manusia yang mampu memberi/menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan hingga ke tahap mental.
"Tubuh manusia yang memerangkap gelombang ‘tidak sehat’ memberikan kesan pada seseorang yaitu kesan negatif terhadap jiwa seperti mengalami kelesuan kronik, gangguan mental, merasa sakit ini sakit itu dsb. Ketika si pesakit memeriksakan diri kedokter, dokter malah bilang tidak ada penyakit apa-apa, tetapi anehnya si pesakit merasa dia ada mengidap suatu penyakit. Hal ini adalah salah satu tanda dari gangguan jin." Katanya.
Beliau berkata, untuk merawat gangguan jin dan hantu, kaedah pemulihannya adalah dengan mengambil kembali ruang dan waktu pada tubuh atau organ manusia yang diresap jin atau hantu.
Suatu gelombang infrasonik berfrekuensi amat rendah namun lebih kuat direkam secara konstan dan kontinu, dipancarkan sehingga mengganggu gelombang hantu yang sudah meresap ke suatu bagian tubuh; apabila hantu itu merasa tidak nyaman, mereka akan keluar dengan sendirinya dan pesakit kembali pulih.
“Bagi saya gangguan hantu tidak berbahaya jika dapat dirawat pada tahap awal. Amalan bacaan surah Yasin bisa untuk mentidaktifkan reaksi kimia didalam darah dan ini didapati bisa memberi tekanan kepada hantu yang tidak dapat bertahan apabila peningkatan oksigen didalam aliran darah sebagai tenaga murni.
“Walaupun pada tahap awal kerasukan, tubuh pesakit seperti menjadi medan pertempuran untuk mengusir hantu yang menyelinap ke dalam ruang tubuh tersembunyi, namun akhirnya keadaan akan kembali seperti asalnya".
“Sebaiknya untuk merawat dari kerasukan, sapukan air dingin atau es yang akan memberi keseimbangan melalui rakaman gelombang infrasonik yang bersamaan dengan frekuensi doa yang ikhlas. Itu sudah cukup untuk mengeluarkan gelombang hantu serta mengembalikan ruang dan waktu pada tubuh korban,” katanya.
Katanya lagi, seperti halnya kerasukan atau gangguan hantu, perkara yang lebih berbahaya adalah sihir yang mampu menyebabkan kematian dengan izin Allah, isteri membenci suami secara tiba-tiba, gangguan terhadap kesehatan fisik dan menyebabkan pasangan tidak mendapat anak.
Dalam kasus pasangan tidak mendapat anak akibat sihir, beliau berkata, ruang dan waktu pada rahim isteri sudah dikuasai jin yang akan memakan benih suami atau isteri. Pihaknya akan memasukkan gelombang berfrekuensi rendah yang sama dengan frekuensi ovum dan sperma, secara rutin untuk mengusir gelombang jin dari rahim isteri.
“Banyak kasus yang saya jalankan menemui pelbagai benda asing pelik seperti serbuk kayu, kalajengking dan permata, keluar secara ghaib apabila gelombang dimasukkan ke dalam tubuh korban malah perkembangan yang terjadi pada organ juga ghaib apabila gelombang berfrekuensi rendah direkam ke dalam air mandiannya,” katanya.
Usaha memancarkan gelombang untuk merawat gangguan makhluk halus juga sebenarnya tidaklah sesukar seperti yang kita bayangkan, tidak perlu peralatan menyerupai senjata, mesin yang besar sebaliknya gelombang bisa ditangkap dalam medium seperti air dan unsur yang sesuai.
“Kami menciptakan alat radionik yaitu teknologi yang merekam 99 frekuensi gelombang berdasarkan 99 getaran tenaga atom di dalam sukros dan pesakit hanya perlu memakan pil itu secara rutin untuk memancarkan gelombang ke dalam tubuh,” katanya.
Sesuatu yang menarik adalah teori drakula akan terbakar jika terkena cahaya matahari adalah benar. Hantu memiliki gelombang tidak seimbang, dan cahaya matahari berfungsi menyeimbangkan gelombang alam. Apabila gelombang tidak seimbang terkena cahaya matahari, ia akan musnah karena gelombangnya menjadi seimbang dan hantu itu akan terbakar.
“Besi mampu memerangkap gelombang buruk/negatif dan hantu tidak menyukai medan listrik, jadi konsep hantu ditembak dengan alat listrik untuk diciderakan dan disimpan dalam kotak besi seperti filem Ghostbuster adalah benar.
“Begitu juga dengan amalan meletakkan gunting besi dekat mayat kerana besi mampu menangkap atau menarik muatan listrik positif pada seseorang apabila seseorang itu meninggal dunia.
“Cermin mampu menyerap cahaya termasuk gelombang elektromagnetik yang memiliki radiasi yang bisa mengganggu gelombang hantu dan jin. Perkara2 seperti ini bukan kurafat tetapi kita perlu memahami konsepnya,” katanya.
Suatu fakta ironis adalah kebanyakan manusia takut hantu walaupun pada hakikatnya, hantu juga takut berhadapan dengan manusia karena penglihatan manusia memiliki foton cahaya yang cenderung mengeluarkan atau memancarkan elektron untuk membentuk ion positif.
“Hantu juga terbentuk dari ion positif dan apabila ion positif bertemu dengan ion positif dalam kesatuan tenaga elektrik, ia mampu menciderakan atau menghindarkan mereka,” katanya.

Fakta

  • Dari sudut sains, secara umum hantu atau jin tidak suka dengan cairan gas nitrogen, es, garam, oksigen, cahaya, karbon dioksida, frekuensi kurang satu Hertz dan wewangian tertentu.
  • Dari sudut sains juga, hantu gemar dengan cuka, cendawan, bahan yang cepat busuk, bahan yang tinggi kandungan serat, gas beracun, bahan yang cepat teroksida (yang bereaksi dengan oksigen), kandungan natrium yang tinggi, busuk dan kotor.
  • Zikir memiliki gelombang tetap dan apabila diamalkan secara berterusan, gelombang zikir akan menguasai ruang kosong pada tubuh manusia dan menjadikannya ‘pejal’ menyebabkan tiada lagi ruang untuk dimasuki gelombang asing seperti hantu atau jin

Disadur dari Fiqih Islam

Sunday, 18 November 2012

Filsafah Metafisika = Fisika dan Refleksi Isra’ Mi’raj

A.      Metafisika

            Metafisika mengandung Klasifikasi  yang meliputi   Pertama,  Metaphysica Generalis (ontologi); ilmu tentang yg ada atau pengada.  Kedua, Metaphysica Specialis terdiri atas: 1). Antropologi; menelaah tentang hakikat manusia, terutama hubungan jiwa dan raga. 2) Kosmologi; menelaah tentang asal-usul dan hakikat alam semesta.  Dan  3). Theologi; Kajian tentang Tuhan secara rasional dengan segala abstraksi yang memungkinkan melekat pada-Nya.

            Metafisika umum membahas mengenai yang ada sebagai yang ada, artinya prinsip-prinsip umum yang menata realitas. Sedangkan metafisika khusus membahas penerapan prinsip-prinsip umum ke dalam bidang-bidang khusus: teologi, kosmologi dan psikologi. Pemilahan tersebut didasarkan pada dapat tidaknya dicerap melalui perangkat inderawi suatu obyek filsafat pertama. Metafisika umum mengkaji realitas sejauh dapat diserap melalui indera sedang metafisika khusus  (metafisika) mengkaji realitas yang tidak dapat diserap indera, apakah itu realitas ketuhanan (teologi), semesta sebagai keseluruhan (kosmologi) maupun kejiwaan (psikologi).

            Disiplin filsafat  pada dasarnya tidak sepenuhnya terpisah satu sama lain karena pembahasan metafisika tentang realitas supra inderawi, terkait dengan pembahasan ontologi tentang prinsip-prinsip umum yang menata realitas inderawi.  Istilah  metafisika dengan sifatnya yang supra inderawi inilah memunculkan keengganan orang terhadap konsep – konesp metafisika. Kedudukan metafisika dalam dunia filsafat sangat kuat. Pertama, metafisika sudah merupakan sebuah cabang ilmu tersendiri dalam pergulatan filosofis. Kedua, telaah filosofis terdapat unsur metafisik merupakan hal yang siginifikan dalam kajian filsafat. Ini tentu sejajar dengan siqnifikansinya yang menyebut bahwa filsafat adalah induk dari segala ilmu.

            Dengan membincangkan metafisika memberi pemahaman bahwa filsafat mencakup “segalanya”. Filsafat datang sebelum dan sesudah ilmu pengetahuan; disebut “sebelum” karena semua ilmu pengetahuan khusus mulai sebagai bagian dari filsafat dan disebut “sesudah” karena ilmu pengetahuan khusus pasti menghadapi pertanyaan tentang batas-batas dari kekhususannya. Maka metafisika memiliki ruang lingkup Pokok Bahasan yang mencakup, pertama tentang kajian  Inkuiri ke apa yang ada (exist), atau apa yang betul-betul ada. Kedua tentang, Ilmu pengetahuan tentang realitas, sebagai lawan dari tampak (appearance)  Ketiga, Studi tentang dunia secara menyeluruh dengan segala Teori tentang asas pertama (first principle); prima causa  yang wujud di alam (kosmos).

            Bagian  metafisika yang membincang tentang hakikat  realitas disebut Ontologi. Sedangkan   Kosmologi adalah bagian metafisika tentang proses realitas sehingga menghasilkan obyek dalam kajian metafisika yang disebut dengan obyek partikular (materi)  dan obyek universal (ide)

 

B.   Falsafah Metafisika Agama      

            Ilmu filosofis tertinggi adalah metafisika karena materi subyeknya berupa wujud non fisik mutlak yang menduduki peringkat tertinggi dalam hierarki wujud. Dalam terminology religius, wujud non fisik mengacu kepada Tuhan dan malaikat. Dalam terminology filosofis, wujud ini merujuk pada Sebab Pertama, sebab kedua, dan intelek aktif.

Filsafat Metafisika tentang agama, yaitu pemikiran filsafati (kritis, analitis, rasional) tentang gejala agama: hakekat agama sebagai wujud dari pengalaman religius manusia, hakikat hubungan manusia dengan Yang Suci (Numen) sakral : adanya kenyataan trans-empiris, yang begitu mempengaruhi dan menentukan, tetapi sekaligus membentuk dan menjadi dasar tingkah-laku manusia.  Yang quddus itu dikonsepsikan sedemikian rupa sebagai Mysterium Tremendum et Fascinosum; kepada-Nya manusia hanya beriman, yang dapat diamati (oleh seorang pengamat) dalam perilaku hidup yang penuh dengan sikap "takut-dan-taqwa", pemikiran menuju pembentukan infrastruktur rasional bagi ajaran agama. Dalam kajian metafisika agama dan khususnya Islam salah satu tujuannya adalah untuk menegakkan bangunan fondasi teologis dan tauhid secara benar. Karena tauhid merupakan dasar dari ajaran Islam. 

Kekokohan konsepsi metafisika agama (Islam) dimaksudkan untuk menjawab tantangan pendapat para pendukung materialisme -khususnya positifisme- yang mengingkari eksistensi immateri dan supra-natural, yang kedua hal tersebut adalah saripati dan hekekat substansi nilai keagamaan. Disinilah setiap pemikir agama harus melakukan -minimal- menjawab dua hal pokok yang menjadi tantangan kelompok meterialistik yang tidak meyakini hal-hal yang supraindrawi,immateri dan; Pertama: pemikir agama harus mampu membuktikan keterbatasan indera manusia dalam melakukan eksperimen dan menyingkap segala eksistensi materi alam semesta. Kedua: Membuktikan keberadaan hal-hal yang bersifat non-inderawi, namun memiliki eksistensi riil dalam kehidupan di alam kosmologi yang luas ini.

Metafisika, berbeda dengan kajian-kajian tentang wujud partikular yang ada pada alam semesta. biologi mempelajari wujud dari organisme bernyawa, geologi mempelajari wujud bumi, astronomi mempelajari wujud bintang-bintang, fisika mempelajari wujud perubahan pergerakan dan perkembangan alam. Tetapi metafisika agama mempelajari sifat-sifat yang dimiliki bersama oleh semua wujud ini yang dipandu oleh dimensi ke -ilahiaan untuk menemukan kebenaran hakiki atas religiusitasnya. 

Kajian tentang metafisika dapat dikatakan sebagai suatu usaha sistematis, refleksi dalam mencari hal yang berada di belakang fisik dan partikular. Itu berarti usaha mencari prinsip dasar yang mencakup semua hal dan bersifat universal.Yakni sebagai hal “penyelidikan tentang Tuhan”, bisa juga dikatakan sebagai “penyelidikan tentang dunia ilahi yang transenden”. Metafisika sering disebut sebagai disiplin filsafat yang terumit dan memerlukan daya abstraksi sangat tinggi. Ibarat seorang untuk mempelajarinya menghabiskan waktu yang tidak pendek. Ber-metafisika membutuhkan energi intelektual yang sangat besar sehingga membuat tidak semua orang berminat menekuninya

Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana dengan konsepsi falsafah Metafisika dalam perkembangan pemikiran Islam.  Disinilah perlu dilakukan sebuah pemetaan berkaitan dengan konsepsi falsafat metafisika  dalam wacana pemikiran Islam. Maka dapat dipetakan kedalam sejumlah  aspek penting yang mesti dideskripsikan oleh falsafah metafisika sehingga islam menjadi agama yang memiliki bentuknya yang komprehensip. Misalnya pertanyaan-pertanyan yang menyangkut hal - hal  sebagai berikut bagaimana pemikir islam merumuskan hakekat metafisis Aqal dan Jiwa (hakekat metafisis Manusia), Bagaimana pemikir Muslim merumuskan hakekat metafisis Wujud (metafisika ketuhanan), dan Bagaimana Pemikir-pemikir Muslim  mengkonsepsikan hekakat Metafisis Falsafat Wahyu dan Nabi dan lain sebagainya. Pada hakekatnya segala hal yang berkaitan dengan konsepsi Islam berpedoman kepada hal-hal yang bersifat Ghoib. Maka untuk memberi rumusan  hal-hal yang bersifat ghoib ini para pemikir muslim berjuang sekuat tenaga melalui akal pikirnya untuk berijtihad menjawabnya sehingga melahirkan sejumlah konsep yang dapat dijadikan sumber rujukan.

Ilmu metafisika adalah ilmu yg melebihi ilmu fisika. Berbeda dari pengertian ilmu metafisika dalam khasanah western science, Falsafah metafisika Islam adalah ilmu fisika yg dilanjutkan atau ditingkatkan sehingga masuk ke dalam ilmu bi al-ghoibi (ghaib atau rohani). Berkaitan dengan konsepsi keagamaan maka dengan ilmu metafisika akan terungkap apa itu agama secara lebih komprehensif. Kebenaran-kebenaran dan rahasia-rahasia agama yg selama ini dianggap misterius, mistik, ghaib, dan sebagainya akan menjadi sebuah konseptualisasi yang cukup nyata, relatif riel, dan dapat dijelaskan secara falsafi. Hal ini mirip dengan peristiwa-peristiwa kimiawi yg dulunya dianggap misterius, nujum, sulap, untuk menakut-nakuti, dsbnya, dengan ilmu kimia menjadi nyata, dan seolah-olah riel, dan dapat dijelaskan secara filosofis misalnya unsur air (H2O) Asam Klorida(HCL) Besi (Fe) dan lain sebagainya .

Dengan ilmu metafisika jelas bahwa agama tak lain terdiri dari hukum-hukum yang  secara konseptual riel seperti juga alam jagad raya yag tak lain terdiri dari hukum-hukum fisika, kimia, dan biologi. Hanya saja martabat dan dimensi hukum-hukum agama tersebut lebih tinggi dan bersifat hakiki, absolut serta jika dilihat secara filosofis nampaklah sangat sempurnanya alam ini. Tujuan pembahasan  metafisika adalah untuk membangun suatu sistem alam semesta yang dapat memadukan ajaran agama dengan tuntutan akal.

Dengan penjelasan yg masuk akal yang falsafi filosofis maka ajaran-ajaran agama dapat diterangkan secara logis sehingga keimanan semakin meningkat. Tanpa penjelasan yang  falsafi metafisis logis maka ajaran agama menjadi dogma. Tanpa penjelasan yang logis falsafai metafisis,juga maka  ajaran agama sekedar pil yang harus di telan sehingga tidak akan dapat dihayati maksud dan tujuannya oleh umat beragama. Dari sebuah ritual dan perintah – perintah agama  yang membentuk berbagai ritualitas agama hanya bermakna sebagai beban  yang sangat berat bagi umatnya. Dengan metafisika ilmiah lah kita bisa menghargai betapa tanpa adanya agama maka manusia tidak mungkin percaya adanya Tuhan.

            Problematika kajian metafisika tentang kosmos atau alam semesta (makrokosmos) bukanlah membicarakan alam semesta dalam pengertian entitas-entitas yang berbeda di alam melainkan semesta sebagai keseluruhan. Pada dasarnya tidak ada sesuatu halpun di alam  ini yang tidak dapat ditangkap dengan panca indra namun demikian, merupakan suatu kemustahilan untuk menangkap secara indrawi; suatu keseluruhan sebagai keseluruhan.

 

C.  Manfaat Falsafah Metafisika

            Manfaat metafisika bagi pengembangan ilmu pengetahuan baik ilmu pengetahuan saintifik pada  umumnya maupun ilmu-ilmu pengetahuan berbasis keagamaan. Manfaat tersebut adalah sebagai berikut:

1.      Kontribusi metafisika terletak pada awal terbentuknya paradigma ilmiah, ketika  kumpulan kepercayaan belum lengkap pengumpulan faktanya, maka ia harus dipasok dari luar, antara lain: metafisika, sains yang lain, kejadian personal dan histories.

2.      Metafisika mengajarkan cara berpikir yang serius, terutama dalam menjawab problem yang bersifat enigmatik (teka-teki), sehingga melahirkan sikap dan rasa ingin tahu yang mendalam.

3.      Metafisika mengajarkan sikap open-ended, sehingga hasil sebuah ilmu selalu terbuka untuk temuan dan kreativitas baru.

4.      Perdebatan dalam metafisika melahirkan berbagai aliran, mainstream, seperti: monisme, dualisme, pluralisme, sehingga  memicu proses ramifikasi, berupa lahirnya percabangan ilmu.

5.      Metafisika menuntut orisinalitas berpikir, karena setiap metafisikus menyodorkan cara  berpikir yang cenderung subjektif dan menciptakan terminologi filsafat yang khas. Situasi semacam ini diperlukan untuk pengembangan ilmu dalam rangka menerapkan heuristika.

6.      Metafisika mengajarkan pada peminat filsafat untuk mencari prinsip pertama (First principle) sebagai kebenaran yang paling akhir. Kepastian ilmiah dalam metode skeptis.

7.      Manusia yang bebas sebagai kunci bagi akhir Pengada,artinya manusia memiliki kebebasan untuk merealisasikan dirinya sekaligus bertanggung jawab bagi diri, sesama, dan dunia. Penghayatan atas kebebasan di satu pihak dan tanggung jawab di pihak lain merupakan sebuah kontribusi penting bagi pengembangan ilmu yang sarat dengan nilai (not value-free)

Metafisika mengandung potensi untuk menjalin komunikasi antara pengada yang satu dengan pengada yang lain. Aplikasi dlm ilmu berupa komunikasi antar ilmuwan mutlak dibutuhkan, tidak hanya antar ilmuwan sejenis, tetapi juga antar disiplin ilmu, sehingga memperkaya pemahaman atas realitas keilmuwan.

 

D.      Terbang dengan Kecepatan Cahaya: Refleksi Isra’ Mi’raj

 

clip_image001

 

Hari ini (17 Juni 2012) menurut Kalender pemerintah adalah bertepatan dengan perayaan/Peringatan Peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada tanggal27 Rajab 1433 Hijriyyah. Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan momen yang sangat penting dalam agama Islam, karena setelah peristiwa itulah, Sholat 5 waktu diwajibkan bagi setiap Muslim. Peristiwa ini sangat menarik untuk dikaji baik secara fisika maupun metafisika.

Secara istilah, Isra’ adalah berjalan di waktu malam hari, sedangkan Mi‘raj adalah alat (tangga) untuk naik. Isra mempunyai pengertian perjalanan Nabi Muhammad SAW pada waktu malam hari dari Masjid Al Haram Mekkah ke Masjid Al Aqsha di Palestina. Miraj adalah kelanjutan perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjid Al Aqsha di Palestina ke langit ke-7 (Sidratul Muntaha). Di langit tertinggi ini tempat Nabi Muhammad saw “bertemu” dengan Allah SWT. Isra’ Miraj adalah kisah perjalanan Nabi Muhammad ke langit ke tujuh dalam waktu semalam(www.bambies.wordpress.com).

Prosesi sejarah perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad termaktub dalam Qur’an Surat (QS) Al-Isra’ ayat 1 dan QS An-Najm ayat 13-18, yang berbunyi:

“Maha suci Allah yang menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Majidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. (QS. 17. Al-Isra’ :1)

 

“Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm:13-18)

 

E.                 Isra’ dan Mi’raj Antara Fenomena Fisika dan Metafisika

a.    Kajian Metafisika

Ketika Nabi Muhammad SAW menceritakan peristiwa Isra’ dan Mikraj yang dialaminya, pada masa itu terdapat dua kubu, antara kubu (kaum) yang percaya (beriman) dan kaum yang tidak tidak percaya (kaum Quraisy). Bagi umat Muslim, bahwa seseorang disebut beriman, jika dia percaya kepada  hal-hal ghaib (metafisika) yang terangkum pada 6 rukun iman. Diantaranya:

(1) beriman (percaya) kepada Allah SWT,

(2) percaya kepada adanya Malaikat,

(3) percaya kepada Rasul-Rasul Allah,

(4) percaya kepada Kitab-Kitab Allah,

(5) percaya kepada adanya Hari Kiamat,

(6) percaya kepada Qada dan Qadar (Takdir Allah di alam semesta).

 

Berkaitan dengan peristiwa Isra’ dan Mi’raj itu, itu berarti seorang Muslim langsung mengimplementasikan keyakinannya kepada 6 rukun iman di atas.

(1)      Apa yang diwahyukan/disampaikan oleh Rasul Muhammad SAW berarti semuanya benar. Ini implementasi rukun iman ke-3 dan ke-4

(2)      Rasulullah dibantu oleh Malaikat Jibril untuk perjalanan itu. Ini Rukun iman ke-2

(3)      Malaikat Jibril “membawa” Nabi ke Palestina dan ke Sidratul Muntaha (langit ke-7) tentu atas perintah dari Allah SWT. Ini rukun iman ke-1 dan ke-2

(4)      Selama perjalanan Mi’raj (ke langit), Nabi diperlihatkan bagaimana bentuk balasan dari umat manusia yang taat dan membangkang terhadap perintah Allah SWT setelah hari Kiamat kelak. Ini rukun iman ke-5.

(5)      Kita percaya kepada semua ketentuan Allah SWT di alam semesta ini baik kita inginkan maupun tidak kita inginkan, baik bisa diterima logika maupun belum. Ini yang disebut sebagai Qada dan Qadar. Dan Ini adalah bentuk aplikasi rukun iman ke-6.

 

b.        Kajian Fisika

Di dalam ilmu fisika modern, kecepatan partikel/benda yang paling cepat saat ini adalah kecepatan cahaya (light speed). Kecepatan cahaya adalah sebuah konstanta fisika yang disimbolkan dengan huruf c, Konstanta ini sangat penting dalam fisika dan bernilai 299.792.458 meter per detik. Nilai ini merupakan nilai eksak disebabkan oleh panjang meter didefinisikan berdasarkan konstanta kelajuan cahaya. Kelajuan ini merupakan kelajuan maksimum yang dapat dilajui oleh segala bentuk energi, materi, dan informasi dalam alam semesta. (www.wikipedia.org).

Nilai c hasil perhitungan => c = 299792.5 km/det

Nilai c hasil pengukuran:

1.    US National Bureau of Standards, c = 299792.4574 + 0.0011 km/det

2.    The British National Physical Laboratory, c = 299792.4590+0.0008 km/det

3.    Konferensi ke 17 tentang Ukuran dan Berat Standar “Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 detik (http://efrialdy.wordpress.com).

 

Malaikat terbuat dari Cahaya (Nur), seperti pada dalil berikut ini:

“Allah menciptakan malaikat dari cahaya, menciptakan jin dari nyala api, dan menciptakan Adam dari apa yang telah disifatkan (dijelaskan) kepada kalian.”(Diriwayatkan Muslim). DR. Mansour Hassab El Naby, pakar astrofisika dari Mesir  telah berhasil membuktikan pernyataan Al-Qur’an dan hadist Rasulullah SAW bahwa Zat Malaikat adalah Cahaya. Dasar  El Naby adalah Al-Qur’an surah As-Sajadah ayat 5 yang menyatakan sebagai berikut:

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”

Diketahui bahwa kecepatan cahaya sebesar 300.000 km per detik (bulatan angka 299.792,4989 km/detik temuan el-Naby). Jika benar materi malaikat adalah cahaya, maka mau tak mau kecepatan geraknya haruslah sesuai dengan ukuran kecepatan cahaya temuan para fisikawan.

Untuk hal itu, elNaby harus membuktikan  apakah benar pernyataan Al-Qur’an ini; kecepatan malaikat 1 : 1000 tahun adalah sama nilainya dengan 300.000 km/detik. Jika benar (1:1000) = 300.000 km/detik, berarti benarlah bahwa zat malaikat adalah cahaya. Apa hasilnya ? Ternyata 1 :1000. tahun = 300.000 km/detik!  (Sumber: Pettarani Bone, Kompasiana.com, 20 Januari 2012, “Umur 63 Tahun Tidak Sampai Satu Detik”).

 

 

Fisika Kuantum Pengaruhi Kekuatan Pikiran

Dalam fisika kuantum, energi tidak memiliki bentuk dan kekuatan pikiran manusia membentuknya ketika mengamati objek. Jika Anda dapat melihatnya dalam pikiran maka Anda dapat merasakannya.

Pada abad ke-18 dan 19, ilmu fisika berkembang dan menjadi populer dengan model mekanistik dan deterministik tentang alam semesta, di mana alam semesta dan isinya dikendalikan kekuatan interaktif yang kaku dan terukur. Fenomena yang dapat diprediksi dengan menggunakan alat-alat matematika, dan alam semesta atau sistem di dalamnya terbuat dari beberapa bagian.

Dan bagi saya sangat membingungkan, ketika harus menerima kenyataan bahwa sumber yang saya baca menyatakan bahwa pengetahuan sangat erat dengan kesadaran dan pikiran manusia itu sendiri. Penulis Bruce Rosenblum dan Fred Kuttner dalam bukunya ‘Quantum Enigma: Physics Encounters Consciousness‘ menjelaskan semua ini dalam istilah non-teknis dengan bantuan dari beberapa cerita aneh tentang pengembang teori ini. Mereka menyajikan misteri kuantum, menekankan apa yang bukan spekulasi, mendeskripsi fakta-fakta kuantum eksperimental, dan menjelaskan teori fisika kuantum yang kontroversial. Setiap interpretasi fisika kuantummelibatkan kesadaran, sehingga Rosenblum dan Kuttner beralih menjelajahi kesadaran itu sendiri dan menemukan mekanika kuantum.

Teori Fisika Kuantum, Dasar Energi Dan Kekuatan Pikiran

Cahaya dianggap gelombang elektromagnetik bergetar yang tak terdeteksi, dan kemudian eksperimen membantah adanya Eter, pada tingkat tertentu getaran akan menentukan warna. Ini merupakan bagian dari spektrum gelombang elektromagnetik yang memungkinkan seseorang untuk melihat bentuk gelombang elektromagnetik sebagai panas, cahaya, gelombang radio, atau radiasi elektromagnetik lain, tergantung pada frekuensi getaran. Spektrum ini telah didefinisikan melalui persamaan fisikawan dari Inggris, James Clerk Maxwellpada tahun 1864.

clip_image001

Kekuatan pikiran / Credit: letsleepingblogslie.net

Tubuh manusia kurang cukup menjadi sistem mekanis meskipun kompleksitas yang ekstrim, dan pikiran dianggap menjadi epiphenomenon mekanika otak.

Semua teori ini terdengar logis, memungkinkan kita untuk melihat dunia yang tak terlihat dari kekuatan spiritual atau entitas sebagai hipotesis yang belum terbukti secara pribadi, dan membenarkan konsep Ateistik menjadi suatu hal ilmiah. Pada dasarnya hal itu memungkinkan adanya filsafat politik komunisme yang sama untuk menemukan resonansi dalam pemikiran dan massa.

Teori ini juga memberikan dorongan besar dan mekanistik dalam pendekatan biologi, mikrobiologi, psikologi, neurobiologi, dan pendekatan mekanistik allopathic teknis kesehatan (kedokteran). Teknologi merupakan hal utama dan pemahaman tentang interaksi antara terdefinisi dengan sistem terpisah yang akan membawa penaklukan (kemungkinan gangguan dan ketidaksempurnaan dalam entitas biologis).

Pada akhir abad ke-19, hipotesis ultraviolet kemudian dikenal sebagai pandangan higienis di seluruh dunia melalui teori Quanta milik Max Planck, seorang fisikawan asal Jerman yang memperkenalkannya pada tahun 1900. Max Planck memperkenalkan konsep energi untuk menjelaskan bagaimana panjang gelombang (warna) dari radiasi yang dilepaskan benda-benda panas tidak meningkat secara terus menerus tetapi menyembur secara terputus saat menjadi lebih panas.

Fisikawan Denmark (Niels Bohr, salah satu pendiri Proyek Manhattan yang mengembangkan sebuah bom pertama selama Perang Dunia II), pada tahun 1913 menggunakan teori Quantum untuk membuktikan bahwa seluruh pengetahuan atom dipenuhi lompatan Kuantum. Sebuah elektron bisa melompat dari satu tingkat energi (orbit) yang lain. Tahun 1905, Albert Einstein mendefinisikan cahaya terbuat dari energi Kuantum atau partikel yang menciptakan Foton, dikenal sebagai efek fotolistrik hingga dirinya menerima hadiah Nobel tahun 1923. Albert Einstein mengakui bahwa cahaya dapat didefinisikan sebagai gelombang, tergantung pada modus observasi yang digunakan dalam percobaan yang dipilih, dan dualitas partikel (gelombang) yang diperkenalkan untuk memahami misteri alam.

Fisika modern di awal abad ke-20 memberikan perubahan pada prinsip-prinsip deterministik pemikiran lama. Waktu dan ruang menjadi gagasan yang relatif sesuai dengan teori relativitas Albert Einstein. Fisika Kuantummenyatakan bahwa semua partikel materi dapat terlihat yang berbentuk gelombang. Hipotesis ini terbukti pada satu elektron (atau partikel lain) yang berada di dua lokasi sekaligus (Eksperimen celah ganda), dan membuktikan bahwa seseorang tidak bisa memprediksi lokasi partikel berikutnya dengan mengetahui salah satu yang ada.

Dalam fisika kuantum, partikel yang belum berwujud menjadi gelombang dan membentuk wujud menjadi partikel, tergantung pada jenis eksperimen, dan yang paling penting adalah pilihan, dimana pengamat menyadari bagaimana caranya melihat partikel-partikel tersebut.

Kebanyakan teori menyatakan bahwa fenomena alam hanya sebagai penampang yang ditentukan pengamat. Mekanika kuantum muncul dan dengan teori itu pandangan tentang realitas berubah selamanya. Dalam rangka memahami peristiwa-peristiwa di dunia fenomenal, salah satu yang diperlukan untuk memperkenalkan sebuah variabel utama yang telah diabaikan, bahwa kesadaran atau pemikiran reflektif diri dari seorang pengamat.

Tanpa persepsi materi dan entitas kesadaran, akan muncul keraguan besar mengenai keberadaan realitas materi secara independen dari sisi pengamat. Dengan kata lain, menciptakan kenyataan realitas adalah pilihan kita sendiri.

Meskipun semua ini tampaknya seperti fiksi ilmiah, tapi semua itu adalah kenyataan, sulit untuk menerima dan semua pemikiran yang ada di dunia kuantum, dunia yang penuh kontradiksi dan penuh mengejutkan. Semua disiplin ilmu modern saat ini terpengaruh semua itu, singkatnya biologi modern, neurobiologi, dan psikologi yang menganut pandangan pemikiran mekanistik masih belum mampu mendefinisikannya. Fisika kuantum memberi bukti berupa penemuan bom atom, transistor, chip komputer, laser dan perangkat yang menggunakan sinar laser, dan masih banyak lagi.

Menemukan Kekuatan Pikiran Dengan Teori Kuantum

Kemampuan energi dan kekuatan fikiran telah terbukti sejak zaman dahulu, dan masih digunakan oleh unit intelijen rahasia di dunia. Salah satu contoh ketika terjadi skeptisisme pemikiran yang tidak sehat dan takut ditertawakan atau dipermalukan, kita harus berpikiran terbuka seperti seorang anak kecil tanpa beban. Semua perubahan besar dalam pemikiran ilmiah telah mendatangkan kemarahan statis, dalam pandangan dan pemikiran kuno sistem sklerotik dimulai dengan memukul dinding yang sarat dengan keganjilan.

Metode ini mungkin bagian dari awal pergeseran paradigma baru dalam pemikiran ilmiah yang akan merevolusi dan mengubah konsep ilmiah klasik dari akhir abad 19, yang masih digunakan kebanyakan orang tentang penafsiran materi yang dianggap kenyataan. Pengenalan kesadaran sebagai faktor utama dalam persamaan realitas melalui fisika kuantum modern merupakan inti dari salah satu paradoks utama, yang disebut penelitian psikis. Menurut fisika kuantum, kekuatan pikiran pengamat memiliki pengaruh besar terhadap hasil eksperimen.

Hasil terbaik dalam melihat atau kekuatan pikiran jarak jauh, sering dicapai anggota intelijen dan unit rahasia militer yang hanya peduli tentang menjembatani ruang dan waktu secara efektif dan menggunakan teknologi mental, tidak khawatir tentang pengakuan rekannya atau takut direndahkan.

“Manusia merupakan bagian dari keseluruhan, yang disebut Alam, bagian yang terbatas dalam ruang dan waktu. Manusia mengalami sendiri, pikiran dan perasaannya sebagai sesuatu yang terpisah dari yang lain,.. Semacam khayalan optik kesadaran” –Albert Einstein–.

Dalam percobaan laboratorium fisika kuantum modern yang disebut ‘Percobaan pilihan tertunda’, masa lalu diubah agar sesuai saat ini. Yang berarti bahwa logika dan sebab akibat yang wajar, efek yang dipilih menyebabkan alasan untuk berubah. Dengan kata lain sebuah pilihan mengubah memori masa lalu. Percobaan ini pertama kali diusulkan fisikawan John A.Wheeler tahun 1978 sebagai sebuah eksperimen kekuatan pikiran, yang kemudian dikonfirmasi pada tahun 1988 di bawah kondisi laboratorium yang ketat dengan menggunakan elektronik dan sel ultrafast.

Realisasi yang paling penting tentang hakikat realitas dalam sejarah umat manusia dibuat dan dibuktikan melalui serangkaian percobaan yang dilakukan di University Of Paris pada tahun 1982 oleh tim ahli fisika optik yang dipimpin Alain Aspect. Percobaan ini menggunakan kecepatan tinggi mengalihkan mekanisme dan foton (partikel cahaya) yang dihasilkan oleh uap merkuri, percobaan ini telah membuktikan adanya ketidaksetaraan dengan teori matematika (teorema John Bell tahun 1964).

Hal ini mengungkapkan pemikiran rata-rata manusia, tidak berpengalaman dalam dunia mekanika kuantum yang telah menghasilkan transistor, komputer, dll. Ruang adalah Non Lokal yang berarti bahwa hal itu merupakan ilusi dan dunia tidak terdiri dari benda yang bersama-sama membentuk alam semesta. Sebaliknya, ketika Subjek melihat Objek akan membentuk suatu keseluruhan materi di mana semuanya terkait, dan semua orang berpengaruh dengan segala sesuatu yang lain.

Dengan kata lain, mengakui adanya dunia di luar ruang dan waktu di mana semua peristiwa proses dasar alam dan kehidupan beroperasi di luar ruang waktu, tetapi menghasilkan realitas yang dirasakan dalam ruang waktu.

Meskipun hal ini merupakan suatu kebenaran dalam ilmu fisika kuantum, banyak disiplin ilmu pengetahuan masih menggunakan pemikiran dan mekanika klasik abad ke-19, takut akan adanya implikasi spiritual yang mendalam dari kenyataan ini.

Seperti yang diceritakan dalam legenda-legenda kuno, banyaknya manusia suci yang mempunyai kekuatan besar mencipatkan objek yang tidak mungkin dilakukan saat ini, secara tidak langsung bahwa fisika kuantum telah digunakan sejak dahulu untuk menghasilkan kekuatan pikiran yang menakjubkan.